5 Kriteria Popok Bayi yang Nyaman untuk Digunakan



Ada banyak produk peralatan bayi termasuk popok yang tersedia di toko untuk menjadi pilihan. Setiap produk memiliki harga yang berbeda-beda sesuai dengan spesifikasi yang dimilikinya. Hanya saja ini kriteria bahan popok bayi yang nyaman untuk digunakan.

1.      Bahan Popok Soft Cotton
Popok yang nyaman untuk digunakan pada bayi adalah popok dengan bahan soft cotton. Bahan ini memiliki kriteria lapisan yang selembut kain katun sehingga menyentuh kulit bayi dengan lembut. Popok dengan bahan ini memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga tidak akan membuat bayi merasa gerah.

Popok juga akan selalu terasa dalam keadaan yang kering sehingga tidak membuat kulit bayi mengalami kondisi lembap karena kotoran. Bahan popok ini jelas melindungi popok dari terjadinya iritasi atau pun alergi karena dapat menyerap cairan urine dengan cepat. Bahan ini juga tidak akan membuat bayi mengalami kebocoran saat menggunakannya.

2.      Bagian Pinggang Lentur
Popok untuk bayi yang nyaman digunakan adalah yang bagian pinggangnya menggunakan karet yang elastis. Pinggang popok yang terbuat dari karet akan lentur dan lembut saat digunakan pada pinggang sehingga tidak akan berbekas saat digunakan.

Popok dengan jenis pinggang karet akan memberikan kenyamanan pada bayi untuk tetap beraktivitas. Popok untuk bayi dengan bagian karet ini akan mengikuti ukuran pinggang bayi sehingga tidak akan menekan dan membuat bayi merasa tidak nyaman.

Popok bayi dengan jenis pinggang karet yang 30% ekstra elastis bisa didapatkan dengan mengunjungi toko online orami.co.id. Pembelian bisa dilakukan dengan mudah dan mendapatkan harga yang murah. Tersedia berbagai diskon dan promo yang bisa didapatkan saat pembelian popok.

3.      Memiliki Leak Guard Protection
Popok untuk yang nyaman digunakan memiliki leak guard protection yang dilengkapi dengan perlindungan 360°. Kelebihan ini akan mengurangi risiko kebocoran akibat gerakan aktif bayi dalam posisi apapun. Anda bisa menggunakan popok ini di semua aktivitas yang dilakukan oleh bayi, merangkak hingga berjalan.

4.      Ukuran Belakang Popok
Popok yang nyaman digunakan memiliki wider back side yaitu bagian belakang popok memiliki ukuran lebih lebar sehingga menutupi bagian pantat bayi. Kebocoran akan terhindari dan bayi akan menjadi lebih nyaman saat digunakan.

5.      Perawatan untuk Kulit
Popok yang nyaman akan memiliki kandungan natural aloe vera yang mampu melindungi kulit bayi dari kekeringan dan iritasi. Kulit bayi akan selalu terjaga dengan menggunakan popok ini sehingga tidak akan mengalami masalah. Popok ini sangat berkualitas sehingga dapat memberikan perawatan pada kulit bayi selama pemakaiannya.

Penting untuk memilih popok yang paling tepat untuk bayi agar dapat digunakan dengan nyaman sehingga bayi tidak rewel. Pastikan selama pemakaian popok, Anda melakukan kontrol secara berkala agar dapat melakukan penggantian tepat pada waktunya. Pembelian bisa dilakukan di toko online perlengkapan ibu dan bayi orami.co.id.

Apa Saja Gejala Umum Penyakit Hipoglikemia?



Sumber: go-dok.com

Tahukah kamu tentang penyakit hipoglikemia? Pernahkah kamu mendengar sebelumnya? Penyakit jenis apakah itu? Apa saja gejala umum hipogikemia? Dilansir dari hellosehat.com hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah tubuh atau glukosa terlalu rendah, yaitu di bawah 70mg/dL. Orang yang menderita penyakit diabetes lebih rentan mengalami kondisi ini karena mereka sering menggunakan insulin buata atau obat-obatant ertentu untuk menurunkan kadar gula di darah. Hipoglikemia menurut alodokter.com adalah kondisi ketika kadar gula di dalam darah berada di bawah normal. kondisi ini sering dialami oleh penderita diabetes akibat obat-obatan yang dikonsumsi. Gula darah merupakan sumber energi bagi tubuh. Selain diproduksi secara alami oleh hati, glukosa juga bisa didapatkan dari makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, roti, susu dan kentang. Menurut halodoc.com penyakit ini adalah salah satu komplikasi akut pada pengidap diabetes dan umumnya berkaitan dengan penggunaan obat dari golongan sulfonilurea.  

Terdapat dua jenis gula darah rendah non-diabetes, yaitu hipoflikemia reaktif, yaitu gula darah rendah yang terjadi dalam beberapa jam setelah makan dan hipoglikemia puasa, yaitu gula darah rendah yang tidak terkait dengan makan. Umumnya berkaitan dengan suatu penyakit seperti penggunaan obat, alkohol, penyakit hati, ginjal dan jantung dan horomon glukagon yang rendah. Penyakit ini adalah gangguan kesehatan yang terjadi secara tiba-tiba. Jika tidak segera di obati, kondisi ini akan menyebabkan masalah serius.

Apakah gejala umum hipoglikemia ini? Beberapa gejala umum hipoglikemia yang ditimbulkan dari penyakit ini antara lain bibir kesemutan, berkeringat dingin, jantung berdebar-debar, gangguan penglihatan, tampak kebingungan dan kehilangan kesadaran. Gejala dari penyakit ini dapat muncul secara tiba-tiba dan bervariasi pada tiap penderita. Gejala tersebut meliputi rasa mudah marah, sulit berkonsentrasi, mudah lapar, kesemutan dan lelah. Penyakit ini akan memburuk jika dibiarkan, terutama bila penderita tidak menyadari kuadar gula darah turun, akibatnya penderita dapat mengalmai gangguan penglihatan, mengalami penurunan kesadaran, kejang, dan tampak bingung dan berperilaku tidak normal.

Lalu apa yang menyebabkan penyakit ini terjadi? Menurut alodokter.com hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah turun secara drastis. Kondisi ini sering dialami oleh penderita diabetes akibat dari penggunaan insulin atau obat diabetes yang melebihi dosis atau tidak teratur, pola makan yang tidak baik seperti makan selalu sedikit atau menunda makan, mengonsumsi minuman beralkohol dan melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara berlebihan tanpa mengonsumsi makanan yang cukup. Pada pengidap diabetes, penyakit ini disebabkan oleh penggunaan insulin dengan dosis normal, namun tubuh kekurangan asupan karbohidrat, akibat terlalu banyak melakukan aktivitas fisik, tidak cukup pengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, terlalu banyak mengonsumsi minuman keras atau alkohol dalam keadaan perut kosong dan menggunakan suntikan insulin pada pengidap diabetes tipe 1 yang melebihi dosis atau yang terlalu banyak menggunakan obat-obatan oral seperti golongan sulphonylurea dan pada pengidap diabetes tipe 2 yang memicu pelepasan insulin berlebihan.

Pada orang tanpa diabetes, penyakit ini juga mungkin dapat terjadi dengan penyebab seperti kekurangan nutrisi akibat penyakit anoreksia nervosa, produksi insulin yang berlebihan seperti akibat tumor di kelenjar pankreas dan kekurangan hormon yang mengatur keseimbangan gula dalam darah. Orang juga dapat mengalami penyakit ini memiliki kondisi seperti pernah menjalani operasi pengecilan lambung, sedang menderita hepatitis, gangguan ginjal, malaria atau sepsis.

Itulah hal-hal yang dapat kamu ketahui tentang penyakit ini seperti gejala umum hipoglikemia.