4 Kelainan Tulang Pada Anak Yang Perlu Diwaspadai


 

                Sebagai orang tua, memperhatikan masa pertumbuhan pada anak merupakan tanggung jawab yang tidak bisa disepelekan. Memfasilitasi serta mencukupi kebutuhan gizi pada anak tentunya harus memberikan yang terbaik. Jangan sampai masa pertumbuhan anak menjadi terganggu dan mengalami kelainan fungsi termasuk pertumbuhan tulang pada anak. Beberapa kasus ganguan dan kelainan pada tulang dapat terjadi pada anak-anak tentunya pengobatan ini harus hati-hati. Pengobatan yang tepat harus ditangani oleh klinik ortopedi terbaik di jakarta. Pada klinik ortopedi, dokter yang menangani sudah berpengalaman serta spesialis pada penyakit tulang. Lalu apa saja kelainan tulang pada anak yang harus diwaspadai? Berikut penjelasannya

 

1. Rakhitis


Penyakit pertama kelainan tulang pada anak ialah rakhitis. Rakhitis merupakan kelainan yang menyebabkan tulang anak lemah dan rapuh. Anak dengan rakhitis mungkin memiliki tulang yang lemah dan lunak, pertumbuhan terhambat, dan, dalam kasus yang parah, kelainan bentuk tulang. Rakhitis disebabkan oleh kekurangan vitamin D, kalsium, atau fosfat. Nutrisi ini penting untuk perkembangan tulang yang kuat dan sehat. Namun tidak tertutup kemungkinan Rakhitis juga diwarisi oleh keturunan. Rakitis melembutkan area jaringan yang tumbuh di pelat pertumbuhan, rakitis dapat menyebabkan kelainan bentuk tulang seperti kaki tertekuk, proyeksi tulang dada dan pergelangan tangan dan pergelangan kaki menebal. Rakhitis paling umum terjadi pada anak-anak yang berusia antara 6 dan 36 bulan. Anak-anak berada pada risiko paling tinggi dari rakhitis karena mereka masih tumbuh.

 

2. Skoliosis


Selanjutnya penyakit tulang yang juga menyerang anak-anak ialah Skoliosis. Skoliosis merupakan kelainan bentuk tulang punggung atau tulang belakang. Penderita skoliosis memiliki tulang belakang yang melengkung dari sisi ke sisi. Lekukan tulang belakang berukuran sekitar 10 derajat atau lebih. Jika tulang belakang melengkung dari sisi ke sisi atau dalam bentuk "S" atau "C", maka individu mungkin menderita skoliosis. Penyebab skoliosis sering kali tidak diketahui. Seorang anak mungkin memiliki skoliosis sejak lahir dan ada pula yang memilikinya di kemudian hari karena cedera, infeksi, atau tumor. Skoliosis paling sering dialami oleh anak-anak berusia antara 10 hingga 18 tahun yang cenderung menyerang perempuan daripada laki-laki. Penyebab umum skoliosis berkisar antara cacat lahir, kelainan neurologis, hingga kondisi genetik. Bentuk skoliosis yang paling umum muncul pada remaja. Ini dikenal sebagai skoliosis idiopatik remaja. Ini dapat menyerang anak-anak sejak usia 10 tahun.

 

3. Osteogenesis Imperfecta


Kelainan tulang selanjutnya ialah Osteogenesis Imperfecta atau disebut juga OI. OI adalah kelainan genetik yang mencegah tubuh membentuk tulang yang kuat. Penderita OI mungkin memiliki tulang yang rentan patah. Ini karena OI menyebabkan cacat pada gen yang memproduksi protein kolagen. Padahal kolagen memiliki peran penting dalam pembentukan tulang. Penyakit ini juga disebut sebagai penyakit tulang rapuh. Penyakit tulang rapuh dapat berkisar dari ringan hingga berat. Sebagian besar kasus ringan, mengakibatkan beberapa patah tulang. Untuk kasus parah bisa menyebabkan gangguan pendengaran, gagal, jantung, masalah medula spinalis, cacat permanen.

 

4. Osteomielitis


Kelainan tulang terakhir yang dapat di derita anak ialah Osteomielitis. Osteomielitis ialah infeksi dan peradangan tulang atau sumsum tulang. Ini dapat terjadi jika infeksi bakteri atau jamur memasuki jaringan tulang dari aliran darah, karena cedera atau operasi. Ketika infeksi berkembang di dalam tulang, sistem kekebalan tubuh akan mencoba membunuhnya. Neutrofil, sejenis sel darah putih, akan dikirim ke sumber infeksi untuk membunuh bakteri atau jamur. Kerangka tubuh anak yang dipengaruhi oleh penyakit ini mungkin sering mengalami nyeri tulang dan nyeri sendi di sekujur tubuh. Tulang belakang yang lemah dapat menyebabkan tulang belakang melengkung dan tulang yang menahan beban (seperti kaki) lebih rentan patah.

 

Itu dia beberapa penyakit tulang yang dapat terjadi pada anak. Kita sebagai orang tua wajib waspada, jika anak memiliki ciri-ciri kelainan seperti di atas, maka segera berkonsultasi oada dokter ortopedi yang terpercaya.